January 24, 2021
IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN PROFESIONALISME BAGI GURU BERSERTIFIKAT PENDIDIK
By Sepeda Lipat | | 0 Comments |
Kompetensi guru profesional meliputi kemampuan guru mengenal peserta didik yang dilayaninya secara mendalam, menguasai bidang studi secara keilmuan dan kependidikan dalam hal mengemas materi pembelajaran, kemampuan menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik mulai dari perancangan sampai pemanfaatan hasil penilaian terhadap proses dan hasil pembelajaran serta pengembangan profesionalitas yang berkelanjutan. Namun beberapa hasil penelitian memperlihatkan motivasi guru untuk segera ikut sertifikasi bukanlah untuk meningkatkan profesionalime atau kompetensi mereka tetapi terkesan semata-mata untuk mendapatkan tambahan penghasilan melalui tunjangan profesi. Penulisan makalah ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi guru yang bersertifikat pendidik, pengembangan profesionalisme guru di sekolah serta implementasi Pengembangan Profesionalisme Guru. Metode yang digunakan adalah studi kasus sehingga memperoleh deskripsi yang utuh dan mendalam dari sebuah permasalahan. Hasil temuan berdasarkan penelitian terdahulu memperlihatkan bahwa guru belum optimal dalam mengembangkan profesionalismenya, sehingga diperlukan pendekatan model kebijakan yang komprehensip mulai tingkat sekolah sampai ke kementrian sehingga dengan beban kerja yang ada masih tetap mampu mengembangkan profesionalismenya.
KEMISKINAN PEREMPUAN DAN RENTENIR DI PERKOTAAN SERTA PENANGGULANGANNYA
By Sepeda Lipat | | 0 Comments |
Para peneliti kemiskinan telah memiliki konsensus bahwa permasalahan kemiskinan adalah permasalahan yang multidimensional. Penjelasan mengenai kemiskinan pada Copenhagen Programme of Action of the World Summit for Social Development tahun 1995 yang menyebutkan bahwa kemiskinan mempunyai berbagai wujud, termasuk kurangnya pendapatan dan sumber daya produktif yang memadai untuk menjamin kelangsungan hidup; kelaparan, dan kekurangan gizi; kesehatan yang buruk; keterbatasan akses pendidikan dan pelayanan dasar lainnya; peningkatan morbiditas dan peningkaan kematian akibat penyakit; tunawisma dan perumahan yang tidak memadai; lingkungan yang tidak aman; dan diskriminasi sosial dan pengucilan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menambahkan kemiskinan dicirikan oleh kurangnya partisipasi dalam pengambilan keputusan dan dalam kehidupan sipil, sosial, dan budaya (Barrientos, 2010 dalam (Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial, 2012, hal. 1)).
PENDIDIKAN HOLISTIK DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMP/MTs
By Sepeda Lipat | | 0 Comments |
Pola pendidikan di Indonesia terbentuk melalui sejarah yang panjang. Dimulai pada jaman Hindu-Buddha sampai penjajahan Jepang, pola pendidikan yang terbentuk hampir sama yaitu guru dianggap sebagai orang yang sangat dimuliakan karena peran guru diambil oleh kaum Brahmana (jaman Hindu-Buddha), ustad/ajengan (jaman perkembangan agama Islam), pemuka agama Katolik Roma (jaman penjajahan Portugis), tokoh agama Protestan (jaman penjajahan Belanda) dan tokoh pribumi yang dianggap berpengaruh (jaman penjajahan Jepang). Namun pola tersebut sudah tidak dapat diterapkan karena guru bukan satu-satunya sumber informasi pada saat peserta didik belajar. Belajar juga bukan lagi hanya belajar di dalam kelas tapi juga diluar kelas dengan mengembangkan aspek kognitif, afektif dan psikomotor serta soft skills. Tujuan pembuatan tulisan ini adalah untuk merevitalisasikan kembali pembelajaran sejarah diperlukan agar peserta didik tidak hanya hapal tapi justru memahami esensi belajar sejarah itu sendiri melalui pendidikan yang holistik (menyeluruh). Peserta didik harus tahu bahwa hidup mereka sekarang ini karena jasa para pahlawan bangsa yang sudah memperjuangkan kemerdekaan. Tentu saja bukan hal yang mudah ditengah budaya yang berkembang sekarang ini. Pendidikan holistik merupakan sebuah perjalanan pendidikan untuk aktualisasi diri dan realisasi diri melalui hubungan dan keterkaitan antara individu, kelompok dan dunia sehingga terintegrasi satu sama lain. Pendidikan formal hanyalah titik awal dari proses seumur hidup.
Kajian Perhitungan dan Penerapan Algoritma RSA pada Proses Pengamanan Data
By Sepeda Lipat | | 0 Comments |
Algoritma RSA merupakan salah satu kriptografi asimetri, yang menggunakan dua kunci berbeda yaitu kunci public (public key) dan kunci pribadi (private key). Kunci publik bersifat tidak rahasia sedangkan kunci pribadi bersifat rahasia. Dalam kriptografi asimetri, dua kunci tersebut diatur sehingga memiliki hubungan dalam suatu persamaan aritmatika modulo. Dalam dunia kriptografi terdapat dua profesi, yakni kriptografer dankriptanalis. Seorang kriptografer akan berusaha untuk menciptakan algoritma kriptografi sekompleks mungkin, sedangkan seorang kriptanalis akan berusaha untuk memecahkan algoritma tersebut agar dapat mengetahui pesan yang dirahasiakan. Kriptanalis berperan sebagai penguji dari suatu algoritma kriptografi atau menjadi penyerang untuk mengetahui informasi rahasia yang sesungguhnya tidak berhak untuk ia ketahui. Suatu serangan dapat digolongkan sebagai serangan pasif, yakni serangan yang tidak merubah isi dari pesan, atau serangan aktif, yang dapat mengubah isi dari suatu pesan. Meskipun kriptografi asimetri menggunakan kunci publik yang dapat melewati saluran tanpa pengamanan, namun bukan berarti kriptografi ini tidak bebas dari serangan. Metode timing attacks memanfaatkan proses perhitungan suatu kunci, sehingga jika terdapat suatu kebocoran selama pemrosesan, maka informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengetahui kunci pribadi yang digunakan. Pencegahan terhadap timing attacks dapat dilakukan dengan cara memodifikasi persamaan aritmatika modulo yang digunakan, sehingga menambah kompleksitas dari perhitungan. Pada makalah ini akan dibahas bagaimana algoritma RSA diterapkan dan diaplikasikan serta pencegahannya terhadap adanya timing attacks.
Peran Sistem Informasi Berbasis TIK dalam Upaya Membangun Good University Governance
By Sepeda Lipat | | 0 Comments |
Membangun Perguruan Tinggi Yang Unggul dan Kompetitif bukanlah hal yang mudah, akan tetapi perguruan tinggi manapun akan dapat mencapainya apabila mampu membangun tata kelola yang baik (Good University Givernance), maka membangun GUG merupakan sebuah keniscayaan. Secara umum tata kelola terkait dengan aspek transparansi, akuntabilitas, Responsivitas, kepemimpinan, komitmen dan efisiensi dan efektifitas. Namun tata kelola menjadi persoalan lebih pelik, manakala tuntutan tata kelola yang baik mengharuskan adanya perubahan dan inovasi dari sistem yang ada dalam mencapai visi dan misi Perguruan Tinggi. Sistem Informasi berbasis TIK adalah salah satu solusi untuk dapat mewujudkan Transparansi, efisiensi, efektifitas dan akuntabilitas Perguruan Tinggi. Sistem Informasi yang handal akan dapat memberikan layanan yang cepat, tepat dan akurat sehingga dapat memberikan kepuasan kepada masyarakat khususnya sivitas akademika. Untuk mencapai tata kelola yang baik, kadang-kadang diperlukan suatu gerakan perubahan budaya organisasi secara simultan, yaitu gerakan yang mampu mengubah semua kelemahan dan ketidakberdayaan organisasi menjadi lebih handal dan produktif. Dengan demikian, diperlukan reorganisasi dan pemberdayaan di semua lini organisasi, sehingga dengan tata kelola yang baik akan dapat dicapai kesuksesan organisasi sebagaimana yang dicita-citakan.
Rancang Bangun Attenuator 105 MHz-990 MHz
By Sepeda Lipat | | 0 Comments |
Penggunaan Band Stop Filter pada Attenuator banyak digunakan karena rentang frekuensi attenuasi yang besar, serta perhitungan komponen yang tidak rumit. Penggunaan dioda pada rangkaian digunakan sebagai pemotong level tegangan pada sisi rangkaian pararel dan penahan arus DC pada sisi rangkaian serial. Model tipe π digunakan dengan cara pemberian arus pada baterai agar dapat memberikan level attenuasi yang besar. Rangkaian didalam attenuator ini menggunakan komponen pasif dimana komponen yang digunakan adalah sebuah dioda sebagai penyearah, kapasitor, resistor dan induktansi dan lain-lain. Metode pembuatan alat ini dengan cara merancang sebuah rangkaian yang telah ditentukan nilai komponennya. Di dalam pengujian alat ini digunakan sebuah spectrum analyzer atau function generator untuk melihat frekuensi gelombang radio yang sudah diredam.
Perkembangan Desain Pembangkit Uap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Jenis PWR
By Sepeda Lipat | | 0 Comments |
Telah dilakukan kajian dan analisis perkembangan pembangkit uap pembangkit listrik tenaga nuklir jenis PWR untuk mengetahui keandalan, kinerja, dan potensi ketidaksesuaian pembangkit uap. Pembangkit uap termasuk salah satu sistem yang sangat penting dalam suatu pembangkit listrik tenaga nuklir, karena pembangkit uap berfungsi untuk menghasilkan uap yang diperlukan untuk menggerakkan turbin. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) jenis PWR adalah jenis reaktor daya yang menggunakan air sebagai moderator dan uranium diperkaya sebagai bahan bakar. Kajian pada penelitian sebelumnya tentang pembangkit uap ini adalah terjadinya mekanisme degradasi yang disebabkan oleh fretting, wastage, crack, dan fatik. Untuk meminimalisir degradasi tersebut dianjurkan untuk melakukan kegiatan perawatan yang konsisten. Kajian dilakukan dengan mengumpulkan data reaktor beserta sistem yang terkait dengan pembangkit uap dari PLTN jenis PWR. Dilakukan pula kajian terhadap kriteria dan persyaratan keselamatan, tinjauan terhadap perkembangan desain pembangkit uap, serta berbagai pengalaman pengoperasian PLTN jenis PWR. Pengalaman pengoperasian PLTN PWR menunjukkan kinerja yang cukup baik, dan sampai saat ini belum pernah ada PLTN jenis PWR yang mengalami kecelakaan fatal. Dilakukan pula pengkajian terhadap beberapa pembangkit uap PLTN jenis PWR di Amerika Serikat dan Perancis Dari hasil bahasan dapat diketahui bagaimana desain pembangkit uap PLTN jenis PWR dikembangkan sejak desain pertama sampai desain terakhir. Dapat disimpulkan bahwa desain dan teknologi keselamatan dari pembangkit uap PLTN jenis PWR dikembangkan secara bertahap untuk memenuhi peningkatan keandalan. Dewasa ini desain pembangkit uap PWR telah dikembangkan lebih kompak, vertical, kualitas uap yang tinggi, serta menunjukkan kemampuan pengoperasian dan efisiensi yang lebih baik.
Manajemen Perawatan Preventif Menggunakan Metode Kompleksitas Perbaikan
By Sepeda Lipat | | 0 Comments |
Untuk mempermudah dalam menghitung kegiatan perawatan mesin terutama perawatan preventif, dicoba memperkenalkan konsep “Komplesitas Perbaikan”. Kompleksitas Perbaikan merupakan suatu indeks (angka) yang mengukur tingkat kerumitan sebuah peralatan/mesin. Dengan indeks ini bisa ditentukan berbagai hal yang diantaranya adalah menentukan kebutuhan jam-orang (man-hour) suatu pekerjaan perawatan dan lama maksimum mesin berhenti beroperasi selama pekerjaan perawatan. Jam-orang suatu pekerjaan adalah merupakan angka kebutuhan tenaga kerja untuk pekerjaan tersebut. Jam-orang merupakan perkalian antara jam yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan jumlah orang yang mengerjakan pekerjaan tersebut. Waktu berhenti beroperasinya mesin dalam pekerjaan perawatan juga merupakan faktor penting dalam menentukan berapa lama mesin tersebut tidak bisa memberikan pelayanan (service) atau berapa lama waktu produksi yang hilang karena mesin tersebut tidak beroperasi. Dengan indeks kompleksitas perbaikan, kedua hal diatas dapat dengan mudah dihitung. Dapat disimpulkan bahwa dengan metode kompleksitas perbaikan, penataan pekerjaan perawatan akan lebih mudah.
Tinjauan Pembangkit Hidrotermis Setelah Penggabungan PLTA Pompa Pada Sistem Tenaga Listrik Jawa-Madura-Bali
By Sepeda Lipat | | 0 Comments |
With the pumped storage integrated to the power system, an analysis of its scheduling is needed. The study is in the electrical power system related to hydrothermal units in the power system of Jawa-Madura-Bali (JAMALI).The scheduling is based on the daily load curve and load distribution among hydrothermal units. With pumped storage operated, the load flow will influence the stability of power system. The objective of thermal units optimization is to minimize total operation costs. Scheduling of pumped storage and optimization of thermal units are used a particle swarm optimization (PSO) technique due to its high-performance and flexibility. PSO is used as base algorithm to search for better solution. In addition power balance, water discharge and reservoir volume are considered. For the necessity of analysing it needs to simulate in forcasting load of short term, scheduling pumped storage operation, computing load flow and minimising generation costs in the power system of JAMALI.
Komputasi Mental untuk Mendukung Lancar Berhitung Operasi Penjumlahan dan Pengurangan pada Siswa Sekolah Dasar
By Sepeda Lipat | | 0 Comments |
  Komputasi Mental untuk Mendukung Lancar Berhitung Operasi Penjumlahan dan
1 8 9 10 11 12 253