January 23, 2021
PENGGUNAAN KOMBINASI FOTOKATALIS TiO2 DAN ARANG AKTIF UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH FARMASI
By Sepeda Lipat | | 0 Comments |
Air limbah farmasi memiliki dampak yang berbahaya bagi lingkungan. Air limbah tersebut dicemari oleh zat kimia organik dan anorganik. Limbah antibiotik seperti misalnya siprofloksasin dapat bersama-sama dengan limbah anorganik seperti ion Cu(II) di perairan. Metode fotokatalisis menggunakan TiO2 telah terbukti berpotensi untuk mengatasi pencemaran limbah dengan cara yang ramah lingkungan serta menghemat biaya. Arang aktif merupakan media adsorpsi yang tepat untuk disisipkan katalis TiO2 karena dapat menangkap dan menjerap partikel-partikel sangat halus, tidak bersifat racun, mudah didapat , ekonomis dan dapat meningkatkan aktivitas fotokatalitik dari TiO2 dengan memperluas permukaan serta mencegah penggumpalan partikel dari TiO2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keberadaan arang aktif dan lama penyinaran terhadap efektivitas proses fotodegradasi siprofloksasin yang terkatalisis TiO2 dengan keberadaan ion Cu(II). Metode penelitian dilakukan dalam suatu reaktor tertutup yang dilengkapi dengan satu sdkkat pengaduk magnetik dan lampu tungsten sebagai sumber sinar tampak. Variasi lama penyinaran yang digunakan adalah 20, 40, 60, 80 dan 100 menit. Sedangkan massa kombinasi TiO2 dengan Arang aktif yang digunakan adalah 25 :1, 30 : 1, dan 35 : 1. Metode yang digunakan untuk mengetahui konsentrasi siprofloksasin adalah Spektrofotometri Ultra Violet dan konsentrasi ion Cu(II) menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh variasi lama penyinaran dan variasi massa TiO2 dan arang aktif pada fotodegradasi siprofloksasin dan fotoreduksi ion Cu(II). Kondisi optimal lama penyinaran pada proses fotodegradasi siprofloksasin dan fotoreduksi ion Cu(II) adalah 100 menit dan dengan variasi TiO2 kombinasi Arang Aktif adalah 35 : 1, pada kondisi tersebut siprofloksasin yang terdegradasi 82,18 % dan ion Cu(II) yang tereduksi 89,83 %.
ISOLASI PEKTIN DARI KULIT BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI PENGIKAT PADA SEDIAAN PASTA GIGI
By Sepeda Lipat | | 0 Comments |
Buah naga selain dikonsumsi dalam bentuk segar juga diolah menjadi beberapa produk olahan. Kulit buah naga mengandung pektin ±10,8%. Pada industri farmasi dan makanan, pektin digunakan sebagai pengikat, pembentuk gel, penstabil, dan pengental. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi pektin, mengkarakterisasi pektin dan mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi pektin sebagai bahan pengikat terhadap viskositas yang dihasilkan pada sediaan pasta gigi. Pektin yang dihasilkan dianalisa secara kualitatif menggunakan FTIR dan memenuhi persyaratan JEFCA ( Joint Expert Committee for Food Additives (FAO/WHO)) dengan nilai susut pengeringan 11,03%, kadar abu 0,41 %, berat ekivalen 617,29 mg dan kadar metoksi 6,50% . Pektin yang sudah dikarakterisasi dibuat pasta gigi dalam 4 formula dengan konsentrasi pektin sebesar 3%, 3,5%, 4% dan 4,5%, kemudian dievaluasi sifat fisiknya meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas dan sifat alir. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin meningkat konsentrasi penggunaan pektin kulit buah naga maka semakin besar pula viskositas yang dihasilkan.
Immunohistochemical Study of the Laminin α5 Chain and Its Specific Receptor, Basal Cell Adhesion Molecule (BCAM), in both Fetal and Adult Rat Pituitary Glands
By Sepeda Lipat | | 0 Comments |
Laminin, a major basement membrane protein, comprises three subunit chains: α, β, and γ chains. Among these chains, only the laminin α chain is capable of signaling via laminin receptors. Although laminin isoforms containing the α5 chain were reported to be the first laminin produced during rat anterior pituitary gland development, the functions of these isoforms are unknown. We used immunohistochemical techniques to localize the laminin α5 chain and its specific receptor, basal cell adhesion molecule (BCAM), in fetal and adult pituitary gland. Laminin α5 chain immunoreactivity was observed in the basement membrane of the primordial adenohypophysis at embryonic days 12.5 to 19.5. Double immunostaining showed that BCAM was present and co-localized with the laminin α5 chain in the tissue. Quantitative analysis showed that the laminin α5 chain and BCAM were expressed in the anterior pituitary gland during postnatal development and in adulthood (postnatal day 60). In the adult gland, co-localization of the laminin α5 chain and BCAM was observed, and BCAM was detected in both the folliculo-stellate cells and endothelial cells. These results suggest that laminin α5 chain signaling via BCAM occurs in both the fetal adenohypophysis and adult anterior pituitary gland.
Public Counseling: An Educational Model to Improve Medication Adherence in Type 2 Diabetes Mellitus Patients
By Sepeda Lipat | | 0 Comments |
Introduction: Diabetes mellitus is a major chronic illness worldwide, including in Indonesia. Also, the adherence to antidiabetic medicines remains unsatisfactory. Aim: This study aimed to evaluate the effectiveness of public counseling to increase medication adherence in patients with type 2 diabetes mellitus. Methods: This prospective study used a pre-test-post-test quasi-experimental design. It was conducted at Pondok Kelapa primary health care center in East Jakarta. The intervention was public counseling that was delivered once per month for three months (12 weeks) of the study period. The A1C (glycated haemoglobin) was assessed twice, i.e., before and after the intervention. Results: Among the 30 patients who met the inclusion criteria, 83.3% of them had the A1C level >6.5%. After 12 weeks of intervention, the percentage of A1C significantly declined to 23.3% (p=0.00). Conclusion: Public counseling is effective to increase medication adherence in patients with type 2 diabetes mellitus.
The Effect of Increased Level of Avocado (Persea americana Mill.) Seed Starch as Binding Agent on Physical Properties of the Liquorice Extract (Glycyrrhiza glabra Linn.) Lozenges
By Sepeda Lipat | | 0 Comments |
The utilization of avocado (Persea americana Mill.) seed has not been optimal even though it is known to be high in starch and can be used as a binder for formulation of the lozenges. The purpose of this study was to determine the effect of increased level of avocado (Persea americana Mill.) seed starch as a binding agent on the hardness and friability of liquorice (Glycyrrhiza glabra Linn.) extract lozenges using wet granulation method. The lozenges were made from four formulas based on different avocado seed starch concentrations of 5, 10, 15, and 20%. Evaluations of the lozenges included visual test, weight uniformity, size uniformity, hardness, friability and disintegration time. The result of hardness and friability test was analyzed with one-way ANOVA with 95% confidence level (α = 0.05) followed by the Tukey HSD. It showed that 15% and 20% concentration of avocado seed starch meet the hardness specification of the lozenges with value 11,09 Kgf and 13,30 Kgf, respectively. The formula using 20% concentration of avocado seed starch meets the requirement of lozenges friability with value 0,45%. It can be concluded that the increased concentration of avocado starch as binder for the lozenges can increase the hardness and reduce the friability of the lozenges.
Kimia Pangan dan Gizi
By Sepeda Lipat | | 0 Comments |
Kimia Pangan dan Gizi http://repository.uhamka.ac.id/1186/ http://repository.uhamka.ac.id/1186/1/Buku%20Ajar%20KPG.pdf Download Disini !
Belajar Mudah Kimia Analisis
By Sepeda Lipat | | 0 Comments |
Belajar Mudah Kimia Analisis http://repository.uhamka.ac.id/1185/ http://repository.uhamka.ac.id/1185/1/BUKU%20AJAR%20KIMIA%20ANALISIS.pdf Download Disini !
Patient safety climate survey in 11 Indonesian hospitals
By Sepeda Lipat | | 0 Comments |
Background The measurement of Patient Safety Climate (PSC) is very important before implementing patient safety initiatives in hospital. The PSC Survey was developed to evaluate the patient safety climate of Indonesian hospital. Materials and methods A cross-sectional survey design was used. The survey tool was designed to measure 4 dimensions of PSC, including transformational leadership, teamwork, individual consciousness, and PS culture. The survey included 9 personnel characteristics questions and 80 items of safety issues using 5-Likert scales. The instrument was tested toevaluate its psychometric properties and administered to 11 various type of hospitals in Jakarta, Indonesia. Results The response rate was 68,2%. The psychometric properties of PSC were good (Cronbach’s α: 0.51 to 0.86, t-scores >1.96, and Q square pred. relevance= 68. 9%).T he results showed that there were various scores of 4 dimensions of the PSC. Transformational leadership contributed the highest probability in building better patient safety at hospital level compared to the other dimensions. Conclusions The PSC survey showed good psychometric properties and was able to measure an accurate assessment of the overall patient safety climate across various Indonesian hospitals.
PERSEPSI MASYARAKAT PROPINSI BANTEN TERHADAP PERBANKAN SYARIAH (Studi Kasus di Kabupaten Pendeglang Kotamadya Tangerang dan Kotamadya Tangerang Selatan
By Sepeda Lipat | | 0 Comments |
Penelitian ini berjudul “Persepsi Masyarakat Banten terhadap Perbankan Syariah (Survey pada Masyarakat di Kabupaten Pandeglang, Kota Tangerang Selatan dan Kota Tangerang Propinsi Banten)”. Aktivitas bisnis menurut perspektif Islam meliputi sirkulasi kemakmuran, security, otentik, equity, kesejahteraan tenaga kerja, dan moralitas. Perbankan syariah menerapkan sistem bebas bunga yang bertujuan untuk keadilan, kesejahteraan (sosial maupun ekonomi) dan melindungi hak milik masyarakat Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan persepsi antara masyarakat di Banten yang terdiri dari tiga kota/kabupaten yaitu Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Pandeglang. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di Banten. Sampel yang digunakan sebesar 1000 responden dengan memberi kuesioner secara langsung. Sedangkan kuesioner yang dapat diolah hanya sekitar 857 kuesioner. Ini dikarenakan ada 90 kuesioner yang yang tidak kembali dan ada 53 kuesioner yang rusak sehingga tidak memungkinkan untuk diolah lebih lanjut. Metode yang digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan adalah dengan Annova oneway. Hasil pengujian untuk variabel persepsi masyarakat di Banten terhadap perbankan syariah nilai probabilitasnya 0,000 lebih kecil dari taraf signifikan 0,05 (P<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan persepsi antara masyarakat di Banten yang terdiri dari tiga kota/kabupaten yaitu Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Pandeglang terhadap perbankan syariah.
1 77 78 79 80 81 130